20 July 2024

LBH Gagas Pelestarian Alam Kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan

4 mins read

MITRA – Maraknya pembangunan di era sekarang ini harus dibarengi dengan upaya  pencegahan kerusakan lingkungan. Hal ini sangat penting menjadi bagian kesadaran dan bahkan gaya hidup karena makin hari lingkungan makin terdampak pembangunan.
Kesadaran tersebut banyak ditumbuhkan di kalangan milenial dan  gerakan ramah lingkungan mulai dijadikan sebagai gaya hidup sehari-hari. LSM Lestari Bumi Hijau (LBH), satu di antaranya.
Sebagai suatu kelompok milenial yang bergerak di bidang pelestarian alam, pada Sabtu (31/10/2020), LBH menggagas kegiatan bertema Tantangan Pelestarian Alam di Hutan Lindung di kawasan Gunung Soputan, Desa Tumaratas.
Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Yayasan Bumi Tangguh (YBT) dan bekerja sama dengan organisasi pencinta alam Kelompok Pelestarian Sumber Daya Alam (KPSDA) Ta’aretes, Pencinta Alam (PA) Palrangow, dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) Kompas Sea.
Kegiatan yang dilaksanakan dan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari beberapa organisasi pencinta alam ini dibuka oleh Gerry Rundengan selaku Ketua Panitia Kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bibit pohon, pemasangan tanda peringatan, dan bersih-bersih sampah.
“Bentuk kegiatan ini sebagai ungkapan kepedulian terhadap kelestarian alam yang memerlukan tindakan nyata dan harus dilakukan terus-menerus serta memerlukan pemahaman jelas tentang arti pelestarian agar setiap individu lebih paham dan menghargai alam,” ungkap Gerry.
Penanaman bibit pohon, pemasangan tanda peringatan, serta bersih-bersih sampah dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti pemandangan, basecamp, dan sumber mata air. Di lokasi tersebut ditemukan banyak sampah yang jelas mencemari lingkungan.
“Ini bukan akhir, tapi adalah awal kegiatan. Sebab bibit pohon yang ditanam perlu dijaga dan dirawat. Basecamp dan sumber mata air harus dijaga kebersihannya dengan cara membawa turun kembali sampah dan dibuang pada tempatnya. Bukan dibuang sembarangan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan mengaku pencinta alam,” tambah Rendry, anggota LSM LBH lainnya.
Kegiatan Tantangan Pelestarian Alam dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan para peserta dan dipimpin langsung Dennie S Mamonto selaku founder YBT.
Pada kesepatan itu, Dennie mengatakan bahwa Kawasan Lindung Gunung Soputan adalah aset dunia karena merupakan salah satu kawasan hutan yang masih tersisa sebagai paru-paru dunia serta tempat plasma nutfah bagi lingkungan.
“Sebagai masyarakat yang ada di sekitar kawasan ini sudah seharusnya bertanggung jawab membantu menjaga dan melestarikannya. Kegiatan yang dilakukan LBH ini sangat positif karena merupakan jawaban dari tanggung jawab yang harus dilakukan dalam menjaga dan melestarikan alam ciptaan Tuhan yang dititipkan kepada kita. Mari kita nikmati keindahan alam Gunung Soputan. Tapi kita juga wajib untuk menjaga kelestariannya sehingga nanti dapat diwariskan kepada anak cucu kita,” ujar Dennie.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum LSM LBH Brivy C. Lotulung berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh dan seruan bagi para pencinta alam untuk menjaga kebersihan alam. Selain itu, juga dapat mendorong semua elemen masayarakat serta pemerintah untuk dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di Sulawesi Utara.
“Untuk itu, kami atas nama Lestari Bumi Hijau, menyampaikan terima kasih kepada semua yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ini. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa membalas kebaikan serta kepedulian saudara-saudari sekalian. Salam lestari bumi hijau!” kata Brivy.(zonautara)

Latest from Same Tags