14 June 2024

PMKRI Sikapi Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makasar

2 mins read
PP PMKRI mengecamkeras aksi bom depan gereja Katedral Makasar

KANALMETRO.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) langsung mengambil sikap tegas buntut dari kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar. Dimana kejadian tersebut bertepatan perayaan misa Minggu Palma (28/3/2021), tentunya memukul hati masyarakat khususnya yang ada di Indonesia dan umat Katolik. Pengurus Pusat PMKRI dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada minggu siang di sekertariat Margasiswa 1, melalui Ketua Presidium Benidiktus Papa menginstruksikan para kader PMKRI seluruh Indonesia.

“Meminta kepada seluruh kader PMKRI se-tanah air bersama seluruh stakeholder terkait turut mengambil bagian dalam menciptakan rasa aman dan tenang bagi masyarakat. Turut juga membantu keamanan dan ketenangan di sekitaran lingkungan rumah ibadah yangmana menjadi target-target terjadinya bom bunuh diri,” ajak Ketua Presidium PP PMKRI ini yang juga berasal dari Makasar.


.

Ketua Presidium PP PMKRI Benediktus Papa

Tindakan keji yang dilangsungkan oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab ini mengakibatkan satu orang yang juga pelaku meninggal, dan satu orang masyarakat yang menjaga gereja itu luka-luka.

” Atas kejadian bom gereja Katedral Makasar ini, mari bersama kita menjaga ketentraman dan kondusifitas dimasyarakat, jangan terpancing ataupun terprovokasi. Ini tentusaja bentuk teror yan berusaha mengusik ketenangan umat beragama,” lanjut Benediktus

Pihaknya juga meminta kepada pihak Kepolisian Daerah (Kapolda), Panglima Kodam (Pangdam), Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Panglima TNI, Badan Intelejen Negera (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

“Untuk seluruh pihak terkait, segera mengusut tuntas kejadian ini, membongkar motif dibalik ledakan bom bunuh diri, dan dugaan adanya jaringan teroris dibalik terjadinya ledakan bom bunuh diri ini,” lanjutnya.

Tidak sampai di situ, PP PMKRI juga meminta kepada Presiden untuk segera mengavaluasi terhadap kinerja pihak-pihak yang terkait dengan penanggulangan teroris seperti Polri, TNI, BIN, dan BNPT.

“Memperkuat kembali gerakan dalam mengantisipasi kejadian serupa. Salah tujuan dari tindakan terorisme adalah menciptakan ketakutan dan ketidakpercayaan di masyarakat. Oleh karena itu, kami meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terlalu terpengaruh dengan kejadian ini, tetap perkuat solidaritas satu sama lain, pro aktif menjaga ketenangan dan keamanan bersama,” harapnya.{zakaria}

Latest from Same Tags