KANALMETRO, TOMOHON – Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Steffanus BAN Liow (SBANL) menegaskan bahwa kedepan Tomohon harus mampu hasilkan benih bunga Krisan secara mandiri.
Karena menurutnya, sampai saat ini kebutuhan benih krisan Tomohon sebagian besar masih didapatkan dari luar Sulut, khususnya Pulau Jawa.
Oleh karena itu SBANL meminta kepada tim Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Krisan dataran tinggi di Tomohon untuk mengidentifikasi kebutuhan pelaksanaannya.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Show Window Dinas Pertanian Tomohon di Kakaskasen, Rabu (14/7/2021).
SBANL mengatakan Budidaya krisan ini baiknya dikembangkan bahkan sampai Agroeduwisata.
Didalamnya mencakup produksi, edukasi dan wisata krisan.
Disela kunjungan itu SBANL dan rombongan juga melihat kesiapan green house sebanyak tujuh unit yang telah direnovasi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) dan siap digunakan.
Renovasi tersebut meliputi perbaikan atap plastik UV, insect net, sistem irigasi, serta pengolahan media tanam.
Turut dalam rombongan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulut Steivie Karouw, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Tomohon Karel Lala serta Tim Rencana Pembangunan Industri Kabupaten /Kota (RPIK) Krisan Dataran Tinggi Tomohon.

