KANALMETRO, MANADO – Tim Persma tumbang alias kalah dengan skor 1-2 ketika melawan Persmin dalam laga uji coba di Stadion Klabat Manado, Sabtu 28 Februari 2026.
Padahal dalam pertandingan yang dipimpin wasit Tommy Manggopa, tim Persma Manado 1960 besutan Feryandes Rozialta langsung menurunkan komposisi terbaiknya saat menjamu Persmin di stadion kebanggaan mereka. Ban kapten melingkar diberikan kepada M Guntur Triaji, sementara nama besar Ferdinand Sinaga dipercaya tampil sejak menit pertama. Lini tengah dipercayakan kepada Aimar Mohama dan Exel Suud sebagai motor serangan.
Tekanan Persma membuahkan peluang emas diawal babak pertama. Pelanggaran bek Persmin di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Namun eksekusi penalti sang kapten belum menemui sasaran, bola melenceng dan skor tetap 0-0.
Persmin Minahasa yang diarsiteki Marthen Tao tak tinggal diam. Striker andalan Jhon Way dua kali lolos dari jebakan offside, tetapi penyelesaian akhirnya belum mampu menaklukkan kiper I Made Putra Kaicen. Memasuki pertengahan babak pertama, Persmin memasukkan amunisi senior Vano Sumala untuk menambah daya dobrak. Hingga turun minum, skor kacamata bertahan.
Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan rotasi pemain untuk menjaga intensitas. Persma mencoba menguasai lini tengah melalui pergerakan Aimar Mohama yang dibantu sang kapten. Namun Persmin tampil disiplin dan mengandalkan transisi cepat.
Petaka bagi Persmin datang di menit ke-60 setelah bek Vendy Bebari menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap pemain Persma yang berpeluang mencetak gol. Unggul jumlah pemain, Persma meningkatkan tekanan dan terus menggempur pertahanan lawan.
Alih-alih mengubah skor, Persma justru dikejutkan lewat serangan balik cepat. Pada menit ke-67, Michael Saupeh melakukan akselerasi dari sisi sayap dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper Persma. Persmin unggul 1-0.
Persma berusaha bangkit memanfaatkan keunggulan pemain. Ferdinand Sinaga dan Exel Suud silih berganti mengancam gawang yang dikawal Savio Sepang, tetapi kokohnya lini belakang Persmin membuat skor tak berubah.
Menjelang laga usai, Persmin kembali memanfaatkan celah. Vano Sumala yang me jadi pembeda di laga ini, tendangannya mendatar sempat ditepis kiper Persma, namun bola rebound jatuh di kaki Michael Saupeh yang tanpa ampun menggandakan keunggulan pada menit ke-87. Gol kedua Michael disambut gegap gempita bangku cadangan Persmin dan dukungan suporter fanatik Ultras Makasiouw.
Persma baru mampu memperkecil ketertinggalan di penghujung laga. Berawal dari sepak pojok Ferdinand Sinaga, bola melayang ke tiang jauh dan disambut sundulan Exel Suud yang menggetarkan jala Persmin. Skor berubah 1-2, namun hingga peluit panjang dibunyikan wasit, keunggulan Persmin tetap bertahan.
Pelatih Persmin Minahasa Marthen Tao mengakui tingginya tensi pertandingan meski hanya laga persahabatan.
“Meski ini laga uji coba namun tensi pertandingan luar biasa. Apa yang kami terapkan bisa dijalankan dengan maksimal oleh para pemain itu yang penting,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski menang dalam uji coba ini tentu tetap akan menjadi bahan evaluasi bagi tim. Terlebih apa yang perlu diperbaiki menghadapi Liga 4 nanti. Dengan berharap Liga 4 wilayah bisa segera diputar agar tim juga tidak jenuh menunggu kepastian.
Komisaris Persmin, Reynaldo Sengke juga menilai laga ini penting sebagai bahan penilaian tim.
“Memang untuk materi tim kami masih dalam tahapan seleksi, sehingga ini menjadi salah satu bahan evaluasi. Kami berharap Liga 4 regional bisa segera dilaksanakan sehingga persiapan tim semakin matang apalagi melihat jadwal untuk seri nasional sudah harus bergulir April waktunya sudah mepet,” kata Enal didampingi Manajer tim Richo Roring.
Sementara itu, mewakili manajemen Persma Manado 1960, Christian Yokung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertandingan.
“Paling pertama kami harus berterima kasih kepada Gubernur Sulut atas inisiasi sehingga bisa mengadakan pertandingan ini meski masih konteks friendly match tapi bisa menjalankan pertandingan sesuai regulasi Liga 4,” ucap Staf Khusus Gubernur Sulut bidang olahraga ini.
Ia menambahkan, melihat animo masyarakat juga terlihat di stadion ini, membuktikan kesiapan menghadapi Liga 4 regional.
“Hasil pertandingan ini menjadi bahan pertimbangan, evaluasi dan kajian bagi manajemen, memang ada bagusnya hasil ini sehingga kita bisa melihat sejauh mana. Kami yakin pada gelaran Liga 4 nanti kami Persma akan tampil lebih baik dari hari ini,” lanjut Yokung.
Derby Kawanua ini bukan sekadar laga uji coba, melainkan sinyal bahwa persaingan Liga 4 Sulawesi Utara akan berlangsung sengit. Dengan tensi tinggi, dukungan suporter, serta sejarah panjang kedua tim, publik sepakbola Sulut kini menanti kepastian bergulirnya kompetisi resmi usai Idul Fitri mendatang.
Reporter: Wailan Montong

