KANALMETRO, TOMOHON – Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Beraksi (SOMASI) Tomohon menggelar aksi demontrasi terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
Aksi demontrasi kenaikan harga BBM subsidi oleh SOMASI digelar di sekitaran patung Tololiu Matani serta kantor DPRD Tomohon, Kamis (15/9/2022).
Kordinator lapangan Naldya Gosal mengatakan mengatakan bahwa dalam aksi itu ada sejumlah tuntutan yang disampaikan pihaknya.
Sejumlah tuntutan itu yakni mendesak pemerintah mencabut kebijakan kenaikan BBM subsidi. Meminta pemerintah mengendalikan penggunaan BBM subsidi serta segera merealisasikan (Peraturan Presiden) Perpres nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterei.
Selanjutnya meminta pemerintah memangkas anggaran belanja yang tidak berdampak pada masyarakat kecil, mengoptimalkan penerimaan pajak Negara, menindak tegas mafia minyak sehingga membuat produksi BBM meningkat.
Memperketat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), mencabut Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan Dana Transfer Umum, mengesahkan era masyarakat adat serta meminta mengkaji ulang Rancagan Kitab Undang Hukum Pidana (RKUHP).
Dia juga mengatakan bahwa kenaikan harga BBM Subsidi sangat berdampak kurang baik bagi masyarakat kecil atau miskin.
Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam koalisi itu yakni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tomohon.
Selain itu Ikatan Mahasiswa Tomohon, Pulinca, BEM Fakultas FKIP UKIT, BPAN Tomohon dan komunitas catur Torang-Torang.

