KANALMETRO, SULUT – Setidaknya ratusan mahasiswa serta sejumlah aktivis dari berbagai latar belakang melakukan aksi demonstrasi di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin, 1 September 2025.
Dimulai sekitar pukul 14.00 Wita, pihak kepolisian melakukan pengawalan ketat terhadap aksi demonstrasi di kantor DPRD Sulut yang terpantau sempat terjadi ketegangan atara kedua pihak.
Imbasnya, dikabarkan satu orang yakni Antonio Talubun hilang dalam aksi tersebut. Disinyalir jika diketahui aktivis mahasiswa itu telah diamankan oleh aparat keamanan.
Bahkan terpantau terjadi lemparan botol air mineral ke arah aparat keamanan, tetapi keadaan dapat dikendalikan. Setelah negosiasi yang gagal, pihak keamanan meminta demonstran untuk membubarkan diri.
Aksi sempat memanas ketika para demonstran berusaha masuk ke dalam kantor DPRD yang dijaga oleh pihak kepolisian dan organisasi masyarakat (Ormas).
Sekitar pukul 17.40 Wita, aparat keamanan menggunakan water cannon dan gas air mata untuk memukul mundur para demonstran. Keadaan di ruas jalan Manado – Bitung depan kantor DPRD kemudian kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan umum.
Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen dan para pimpinan lainnya bersama Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Langie turun langsung bertemu dengan para demonstran.
Fransiscus Andi Silangen mengajak para demonstran untuk tetap tenang dan menghentikan orasi serta berdoa bersama-sama. Dia juga menyampaikan bahwa anggota DPRD memilih menunda kegiatan resesdan berharap aksi demo dilakukan dengan tertib, damai dan aman.
Sedangkan Plt Sekretaris DPRD Sulut, Nicklas Silangen menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan.
Reporter/Editor: Roni Sepang

