KANALMETRO, TOMOHON – Sebagai salah satu upaya dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan bagi petani di Tomohon, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong melakukan penyemprotan pupuk Booster Katrili, Senin 6 Januari 2024.
Pupuk itu dibuat dari endapan panas bumi terhadap tanaman padi di kawasan Lao-Lao Geothermal Park di Kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Itu pula sebagai salah satu implementasi konsep The Home of Geothermal Beyond Energy, dimana pupuk Booster Katrili memanfaatkan silika yang dihasilkan dari proses panas bumi.
Karena Silika tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama. Sehingga inovasi ini menjadi solusi untuk menciptakan nilai tambah di sektor pertanian sekaligus memperkuat keberlanjutan produksi energi.
Dimana hal tersebut pula sebagai upaya pengembangan bisnis diluar sektor kelistrikan melalui pemanfaatan produk sampingan panas bumi yaitu pupuk Booster Katrili oleh para petani setempat.
Penyemprotan pupuk itu dilakukan oleh Sarman Simanjorang selaku Komisaris Utama, Abdul Musawir Yahya sebagai Komisaris Independen, Ahmad Yani sebagai Direktur Operasi PT PGE Tbk dan jajaran direksi PT PGE Tbk yang didampingi oleh General Manager PGE Area Lahendong, Novi Purwono serta perwakilan kelompok petani setempat.
“Inisiatif ini menegaskan komitmen PGE dalam menciptakan dampak positif berkelanjutan melalui kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Kami optimistis langkah ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dan pengembangan pertanian lokal,” ujar Novi Purwono.
Dia menjelaskan bahwa pupuk itu merupakan hasil inovasi bersama PGE Area Lahendong dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Endapan silika dari fluida panas bumi diolah menggunakan teknologi nano bersama kitosan, menghasilkan pupuk cair yang ramah lingkungan dan ekonomis. Kolaborasi ini bertujuan membantu petani sekitar wilayah operasional PGE, memberikan solusi atas tantangan kelangkaan pupuk di Sulawesi Utara.
Selain berinovasi melalui pengembangan pupuk, PGE Area Lahendong juga membuka peluang kerja sama baru dari produk sampingan panas bumi. Salah satunya melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Gunung Hijau Masarang untuk pengolahan gula aren menggunakan fluida panas bumi.
Sedangkan Direktur Utama PGE Julfi Hadi menambahkan bahwa manfaat energi panas bumi tidak hanya terbatas pada penyediaan listrik sebagai energi bersih yang berkelanjutan. Tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai sektor lainnya, termasuk pertanian.
“Pemanfaatan pupuk ini merupakan bukti konkret bahwa energi panas bumi dapat berkontribusi tidak hanya pada upaya swasembada energi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Dia.
Selain itu menurut Dia jika ini adalah langkah inovatif yang sejalan dengan komitmen mereka untuk menciptakan nilai tambah dari energi panas bumi. Itu demi mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
Sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PGE terus berkomitmen mengembangkan energi panas bumi secara berkelanjutan. Dengan mendorong manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan, PGE berupaya menjadi World Geothermal Centre of Excellence yang berkontribusi pada transisi energi global sekaligus mendukung target swasembada energi dan ketahanan pangan di Indonesia.

