KANALMETRO, SANGIHE – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna melakukan peningkatan terhadap pemeriksaan penumpang yang hendak menggunakan trasportasi laut. Hal itu dilakukan pasca kejadian kebakaran KM Barcelona V A di perairan Minahasa Utara (Minut).
Dan tentunya hal itu dilakukan sebagai komitmen UPP Kelas II Tahuna dalam menjunjung tinggi standar keselamatan pelayaran, terutama menyangkut kelayakan kapal dan perlindungan terhadap penumpang.
“Kami selalu berpedoman pada regulasi yang berlaku, baik terkait manajemen keselamatan kapal maupun keselamatan penumpang,” tegas Koordinator Sosial Media Response Team UPP Tahuna, Meifrid Palenewen, Selasa 22 Juli 2025.
Dia menjelaskan bahwa tragedi kebakaran KM Barcelona V A menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan memperkuat pengawasan di seluruh lini pelayanan dalam wilayah kerja Pelabuhan Tahuna, termasuk pemeriksaan terhadap setiap penumpang.
“Sejak Senin malam, UPP Tahuna mulai meningkatkan pengawasan terhadap proses embarkasi dan debarkasi penumpang. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, dan penumpang tanpa tiket resmi dilarang naik kapal,” tegas Dia.
Namun Dia mengatakan bahwa penguatan pengawasan telah dilakukan sebelumnya dengan mengawasi ketat setiap aspek keselamatan pelayaran.
Oleh karena itu UPP Tahuna mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui agen resmi atau aplikasi online. Karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama.
“Jangan membawa barang-barang berbahaya seperti minyak tanah, senjata api atau mengonsumsi minuman keras serta merokok di kapal,” tukas Meifrid Palenewen.
Masyarakat juga diminta proaktif melaporkan jika menemukan penumpang yang membawa barang terlarang, agar dapat segera ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai bagian dari peningkatan keselamatan pelayaran, UPP Tahuna juga mendorong pelaksanaan simulasi rutin penanganan kecelakaan di atas kapal. Simulasi kebakaran atau situasi darurat lainnya wajib dilakukan oleh operator kapal.
“Simulasi seperti ini biasanya dilakukan setiap tiga bulan sekali, termasuk uji coba peralatan keselamatan oleh petugas surveyor,” tegas Dia.
Dia juga menjelaskan bahwa UPP Tahuna telah mengembangkan sistem pembelian tiket online yang mewajibkan penggunaan data identitas sesuai KTP. Sehingga setiap agen kapal juga akan diinstruksikan untuk mencatat nama penumpang sesuai identitas resmi, baik untuk pembelian tiket online maupun manual.
Langkah ini penting agar seluruh data penumpang tercatat dengan akurat, sehingga akses keluar masuk pelabuhan dapat dipantau dengan lebih baik,” pungkasnya. (zulfais)
Editor: Fransiskus Talokon

