06 November 2026

Berbagai Prestasi dan Tantangan RD-VaSung Disampaikan Dalam Hari Jadi Minahasa ke 598

6 mins read
RD-VaSung pada paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Minahasa ke 598

KANALMETRO, MINAHASA – Kamis 5 November 2026, Minahasa merayakan Hari Jadi ke 598. Hal itu diperingati dengan berbagai kegiatan, diantaranya upacara di lapangan Sam Ratulangi serta rapat paripurna DPRD Minahasa di gedung Wale Ne Tou Tondano. Bukan saja itu, dalam moment tersebut Bupati Minahasa, Robby Dondokambey menyampaikan sejumlah prestasi dan tantangan yang telah diraihnya bersama Wakil Bupati, Vanda Sarundajang. Dimana keduanya dikenal dengan pasangan RD-VaSung.

Bupati Minahasa mengawali dengan menyoroti perkembangan perekonomian daerah. Dimana, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa hingga akhir tahun 2025 tercatat mencapai 5,58 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi retribusi sektor perdagangan hingga Oktober 2026 telah melampaui target, mencapai 118,7 persen atau sebesar Rp1,302 miliar.

Disisi lain, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan hingga 5,88 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Capaian itu bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, para pelaku pembangunan, serta dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dibidang kesehatan dan pembangunan keluarga, Bupati mengungkapkan Minahasa telah meraih sejumlah penghargaan sepanjang tahun 2026. Diantaranya Penghargaan Kencana Penurunan Stunting, apresiasi Aksi Konvergensi Gerakan Orang Tua Asuh, Juara I Pelayanan Sejuta Akseptor tingkat Provinsi Sulawesi Utara, serta Juara I Apresiasi Pusat Informasi Konseling Remaja.

Sementara bidang pemerintahan desa, Pemkab Minahasa sukses melaksanakan Pemilihan Hukum Tua secara serentak di 129 desa. Prestasi lainnya datang dari Desa Tumaratas yang meraih Juara II Nasional Desa Ketahanan Pangan. Desa Kayuuwi Satu juga berhasil meraih Juara I Lomba Desa tingkat Provinsi Sulawesi Utara dan masuk tiga besar tingkat regional.

Selain itu, Minahasa juga mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan jumlah BUMDes berbadan hukum terbanyak se-Sulawesi Utara. Mereka pun berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah, juga terus diperkuat.

Robby Dondokambey juga mengatakan bahwa kuota penerima bantuan pangan telah ditingkatkan menjadi 34.544 penerima. Selain itu, bantuan beras gratis disalurkan bagi masyarakat kurang mampu yang tersebar di 25 kecamatan. Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah, pemantauan harga, serta berbagai langkah pengendalian inflasi. Hal itu membuat Minahasa meraih TPID Award 2025 yang diterima langsung Vanda Sarundajang dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Bidang kepegawaian, Pemkab Minahasa mendapat apresiasi dari BKN atas percepatan pembangunan manajemen talenta ASN. Sedangkan potensi pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang terus didorong pemerintah daerah. Dimana, Benteng Moraya, Bukit Kasih dan wisata pantai menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.

Selain itu, panorama pegunungan, hingga Danau Tondano, disebut sebagai kekayaan daerah yang memiliki peluang besar menggerakkan perekonomian masyarakat. Minahasa juga memperoleh penetapan Warisan Budaya Takbenda dari Kementerian Kebudayaan RI. Sementara itu, generasi muda Minahasa turut mengharumkan nama daerah melalui prestasi perwakilan Waraney dan Wulan, termasuk keberhasilan meraih predikat Nyong Sulawesi Utara 2026.

Dari sektor infrastruktur dan pelayanan publik, Pemkab Minahasa tengah mendorong pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP). Fasilitas tersebut nantinya akan mengintegrasikan berbagai pelayanan pemerintahan dan instansi terkait dalam satu gedung, sehingga masyarakat lebih mudah mengurus kebutuhan administrasi. Peningkatan fasilitas kesehatan juga terus dilakukan melalui beroperasinya RSUD Dr Sam Ratulangi yang baru serta pengembangan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

Pemkab Minahasa juga akan memperjuangkan revitalisasi Stadion Maesa Tondano dengan koordinasi dan dukungan pemerintah pusat.
Sementara, dukungan pemerintah pusat mencakup pembangunan Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Rakyat, program Desa ASRI, Desa Wisata, serta Kampung Nelayan Merah Putih.

Dalam tata kelola pemerintahan, Minahasa kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Meraih peringkat III se Sulawesi Utara dalam kecepatan dan ketepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.

Sektor pelayanan air bersih, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Rano Manguni sebagai harapan baru dalam meningkatkan pelayanan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Minahasa. Meski sederet capaian berhasil diraih, Bupati mengingatkan bahwa masih banyak tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian serius.

Mulai dari infrastruktur yang perlu diperbaiki, peningkatan kualitas pelayanan publik, penurunan angka kemiskinan dan stunting, penanganan pengangguran, hingga pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata. Ada pula erbagai tantangan global, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, serta kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh melemahkan semangat pembangunan daerah.

Karena itu diharapkan dalam peringatan kali ini harus menjadi momentum evaluasi dan pembaruan komitmen seluruh elemen masyarakat. Dimana membangun Minahasa bukan hanya tugas Bupati dan Wakil Bupati maupun jajaran pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak.

Maka Dia mengajak seluruh masyarakat, mulai dari petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, pemuda, tokoh agama, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Serta berharap Minahasa ke depan tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam karakter, kaya dalam budaya, sejahtera dalam kehidupan, serta kokoh dalam persatuan. (advetorial)

Latest from Same Tags