23 June 2024

PBB Bakal Latih Kelompok Rentan Terdampak Pandemi di Tomohon

3 mins read
Caroll Senduk dan Istri
Senduk bersama Istri dengan Indira di Jakarta, Mei 2021.

KANALMETRO, TOMOHON – Persatuan Bangsa – bangsa (PBB) melalui empat organisainya bakal melatih kelompok rentan di Tomohon yang terdampak pandemic Covid-19.

Kelompok rentan yang dimaksud adalah Perempuan, pemuda, pengungsi, pekerja migran, penyandang disabilitas dan orang dengan HIV

Sedangkan Empat organisasi PBB yang akan melatih adalah International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional, United Nations Development Programme (UNDP) merupakan organisasi multilateral yang paling besar memberi bantuan teknis dan pembangunan di dunia.

Dua lainnya adalah United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) adalah organisasi yang mengurus masalah pengungsi serta United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) menangani peroalan AIDS.

Dimana mereka mendapat bantuan pendanaan dari United Nations COVID-19 Response and Recovery Multi-Partner Trust Fund/COVID-19 MPTF guna meluncurkan proyek Employment and Livelihood.

Salah satu kegiatan yang dilakukan termasuk di Tomohon adalah Program Pembangunan Kapasitas Digital bersama Clevio Coder Camp.

Tujuannya adalah meningkatkan penghasilan kelompok rentan terdampak pandemi di Tomohon yang menjadi peserta pelatihan.

Dengan harapan hal itu dapat membantu transformasi digital Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan, para peserta ditugaskan selama 1 bulan untuk membantu UMKM terpilih go digital.

“Para pelaku UMKM harus memiliki pemahaman bagaimana memanfaatkan media sosial dan membuat konten yang menarik,” ujar Ketua TP-PKK Tomohon Ny Jeand’arc Karundeng.

Bahkan istri dari Walikota Caroll Senduk ini mengatakan program pelatihan itu akan membantu peserta dalam mengembangkan keterampilan dan kewirausahaan.

Sehingga nantinya akan memahami bahwa keahlian digital berperan penting dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi lokal dan melindungi mata pencharian dari dampak sosial ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“Untuk peserta berusia minimal 15 tahun dan diprioritaskan berasal dari keluarga yang terdampak pandemi Covid-19. Kegiatan ini telah diikuti 20 peserta dari 73 orang yang sudah mendaftar dari seluruh kelurahan di Tomohon,” jelasnya.

Dikatakannya juga bahwa partisipasi masyarakat Tomohon, terutama orang muda tak lepas dari dukungannya.

Termasuk kolaborasi sekelompok anak muda yang peduli sesama seperti Ines Indira, Arthur Malonda dan Karen Senduk.

Ines Indira (15) pelajar di Jakarta memiliki ibu yang pernah tinggal di Sulawesi Utara pada masa pandemi COVID-19. Dari ibunya, Indira menyadari betapa berbeda pengalaman anak muda di Ibu Kota dengan di Tomohon.

Mereka bertiga lalu membentuk sebuah kelompok kerja kecil dengan tujuan untuk mengajak teman-teman di Tomohon mengikuti pelatihan digital ini.

Ketiganya berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi para peserta untuk melahirkan ide-ide kreatif dan produktif di Tomohon.

“Gelombang 1 program pelatihan saat ini masih berlangsung. Pelatihan penguatan kapasitas digital ini akan dilakukan dalam 4 gelombang sampai dengan akhir September 2021,” kata Indira.

Navitri Putri Guillame, National Project Officer di ILO yang juga selaku penanggungjawab program mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian pelatihan keterampilan.

 “Kami sangat bersyukur akan dukungan tim Tomohon yang bersemangat melakukan sosialisasi dan memfasilitasi kepesertaan. Harapan kami para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang didapat dari pelatihan ini dan meningkatkan perekonomian mereka, keluarga, dan komunitasnya,” tambahnya.

Latest from Same Tags