KANALMETRO.com – Tim Bola Basket Putra Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil tumbangkan tim Jawa Timur (Jatim) dalam lanjutan laga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di venue Mimika Sport Complex, Kamis (30/9/2021).
Kemenangan tim Sulut kali ini juga terbilang dramatis, karena hanya unggul poin tipis dari lawannya yakni 76-72.
Hasil ini mencatat dua kemenangan atas tim Basket Putra Sulut dalam setelah sebelumnya menumbangkan Bangka Belitung.
Meskipun menghadapi tim yang bermaterikan pemain-pemain yang memperkuat Indonesian Patriots dan sejumlah klub profesional lainnya, ditambah lagi dengan kalah dalam postur, ternyata tidak membuat mental pasukan Sulut Hebat goyah.
Anak asuhan Roland Lengkong dan Herry Tumuwo berhasil mengimbangi.
Nampak sejak tip off, tim Sulut yang turun dengan kostum putih berhasil leading di kuarter awal dengan skor 20-16. Memasuki kuarter dua, tim Jatim yang diarsiteki Kencana Wukir bersama salah satu legenda bola basket Indonesia Andrie ‘Yayan’ Ekayana.
Sempat menjaga ritme di lima menit awal kuarter dua, akhirnya terlepas sehingga membuat Jatim berbalik unggul dan menutup half time dengan skor 34-37.
Sedikit berbeda di awal interfal kedua, tim yang diarsiteki Roland Lengkong mencoba bangkit, selisih poin yang sempat lima bola coba dipangkas sehingga bisa memperkecil ketertinggalan di akhir kuarter 3 dengan skor 58-51 untuk Jatim.
Di kuarter pamungkas, tim Sulut berupaya meminimalisir kesalahan, sementara pemain Jatim malah dominan melakukan kesalahan. Empat menit berjalan di kuarter penentu, Sulut berhasil memjaga asa setelah menyamakan skor menjadi 62-62.
Saat pertandingan menyisahkan empat menit, kembali Jatim memperlebar jarak poin dengamg unggul 68-62. Aksi Greans Tangkulung dengan three point playnya memperkecil ketertinggalan di sisa waktu tiga menit, Sulut mengejar dengan skor 65-68. Terjadi , lewat aksi bintangnya Fernando Manangsang yang berhasil mencetak tiga angka sehingga memaksa skor imbang 68-68 di saat waktu tersisa di bawah tiga menit.

Drama terjadi di saat waktu tersisa kurang dari dua menit, dimana pemain andalan Jatim Dio Tirta Saputra berhasil menorehkan poin dan membuat Jatim unggul 72-68. Mental tim Sulut di uji, saat waktu tersisa satu menit, aksi Andrew Lenzun memperkecil jarak menjadi 70-72 sehingga laga semakin seru.
Disaat pertandingan tersisa 30 detik, tembakan tiga angka Brando Kosegeran masuk, alhasil Sulut balik memimpin dengan skor 73-72. Balik tertekan, Jatim mengambil time out.
Waktu tersisa 22 detik, Jatim memperoleh kesempatan pasca pemain Sulut melakukan pelanggaran, namun keberuntungan masih dimiliki Sulut karena dua tembakan bebas dari Dio Tirta Saputra tidak ada yang membuahkan poin bagi Jatim.
Malahan, pemain yang memperkuat klub Louvre Surabaya ini melakukan unsportmanlike foul sehingga harus menerima kenyataan terkena foul out. Sulute mendapat kesempatan lewat lemparan bebas dari Greans Tangkulung disisa waktu 20 detik, menambah keunggulan Sulut menjadi 74-72.
Disisa waktu 5 detik giliran kompatriotnya yakni Fernando Manansang mendapat kesempatan karena Jatim sudah melakukan team foul. Satu angka dari pemain ini menutup laga dan memberikan kemenangan bagi Sulut dengan skor 76-72.
Pelatih tim Sulut Roland Lengkong menuturkan ini menjadi kemenangan yang bersejarah bagi tim Sulut baik dalam penyisihan grup maupun perjalanan bola basket Nyiur Melambai.
“Syukur puji Tuhan atas kemenangan yang diraih kembali hari ini. Sekira 30 tahun tim Sulut tidak pernah menang atas Jatim, sehingga hasil ini sangat membanggakan kami. Dan tentunya modal penting untuk menghadapi pertandingan berikitnya di babak penyisihan grup,” jelas Lengkong.
Dirinya bersama tim juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari masyarakat Sulut bagi tim basket putra di ajang PON XX ini.
“Mohon dukungam doa juga bagi tim kami dalam pertandingan berikutnya sehingga bisa memberikan yang terbaik. Maju bola basket Sulut,” harapnya.

