/

Polisi Duga Penambang Emas di Sangihe Tewas Lantaran Hirup Gas

2 mins read
Penambang Emas Sangihe Tewas
Lokasi tambang Emas di Sangihe tempat seorang penambang tewas

KANALMETRO, SANGIHE – Setelah melakukan penyelidikan, polisi menduga lelaki MM (31) yang merupakan seorang penambang emas di Kabupaten Kepulauan Sangihe tewas karena menghirup gas.

“Peristiwa ini murni kecelakaan karena penambang emas itu diduga menghirup gas sehingga terjadilah inseden, yakni tubuhnya tak tahan dan jatuh ke lubang tambang hingga menyebabkan dirinya tewas,” Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo melalui Paur Humas AKP Jakub Sedu ketika dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, pihak kepolisian setelah mendapat informasi tersebut langsung ke lokasi dan memanggil sejumlah saksi.

Sementara diperoleh informasi bahwa kejadian itu terjadi Rabu (13/10/2021). Dimana sekitar pukul 09.30 Wita korban yang merupakan warga Kampung Salurang, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah datang ke lokasi tambang yang tak jauh dari rumahnya.

Setibanya di lokasi, korban dan saksi Yohanis hendak mengeluarkan air dari dalam lubang dengan menggunakan mesin Alkon yang digantung pada kedalaman kurang lebih tiga meter dari bibir lubang (Pantongan, red).

Saat itu Alkon telah terpasang sekitar 30 menit dan korban berdiri di samping mesin. Selanjutnya Yohanis yang berada di atas sambil memegang pipa buangan air, melihat korban di dalam lubang sudah dalam keadaan gemetar.

Dirinya pun sempat bertanya, namun korban hanya meminta Yohanis diam dan tetap memegang pipa di atas lubang. Tak lama kemudian terlihat asap keluar dari mesin Alkon sangat tebal dan berwarna hitam hingga korban jatuh kedalam air yang ada di dalam lubang tambang tersebut.

Setelah mesin mati, Yohanis langsung ke rumah korban dan menceritakan apa yang terjadi terhadap orang tuanya. Dan ketika kembali ke lokasi, saat memanggil, tak ada lagi jawaban dari korban yang berada di dalam lubang.

Lelaki Yestepanus Natos  menceritakan bahwa pihaknya mendengar informasi bahwa korban telah jatuh kedalam lubang pantongan. Dimana lokasi itu merupakan tanah milik korban yang sudah di kerjakan bersama.

Warga pun langsung membatu melakukan upaya evakuasi terhadap korban, namun mengalami kesulitan melihat keberadaanya di dalam lubang dengan kedalaman sekitar 11 meter serta terdapat air yang naik ketinggian Lima meter.

Latest from Same Tags