KANALMETRO.com – Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga masih sering terjadi di Indonesia, bahkan kadang kala harus berujung pada urusan hukum di kepolisian.
Namun banyak orang berpikir, kekerasan perempuan dalam rumah tangga hanya jika ketika korbannya mengalami tindakan fisik hingga mengakibatkan luka dan bahkan trauma.
Bahkan sebuah penemuan dari Komnas Perempuan, jumlah kasus kekerasan terhadap kaum hawa sepanjang tahun 2020 sebanyak 299.911.
Dan yang paling menonjol adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan angka hingga 79 persen.
Berikut adalah jenis kekerasan yang sering dialami perempuan
1. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik merupakan yang paling umum terjadi dalam sebuah rumah tangga. Hal yang dialami seperti ditampar, dipukul, ditendang, dijambak hingga dicekik. Bahkan sampai nyaris hingga kehilangan nyawa.
Bukan saja itu, ada juga kasus lain yang sering dialami perempuan yakni dikurung di rumah oleh pasangannya. Kebanyak pemicu hal itu terjadi karena dipengaruh Minuman Keras (Miras) serta obat terlarang.
2. Kekerasan Seksual
Ciri-ciri seorang perempuan mendapat perlakukan kekerasan seksual dari pasangannya seperti dipaksa berhubungan intim ketika sang wanita tak menginginkannya.
Selain itu adalah menyakiti perempuan ketika sedang melakukan hubungan seksual. Bahkan pula melakukan paksaan terhadap pasangan untuk berhubungan tanpa menggunakan kontrasepsi dan sebagainya.
Biasanya pelaku akan cenderung meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Namun ternyata itu merupakan janji kosong, karena besar kemungkinan tindakan serupa akan terulang lagi.
Sehingga salah satu cara dalam mengatasi jenis kekerasan iini adalah pertolongan dari orang professional dalam hal itu.
3. Kekerasan Emosional
Kekerasan ini biasanya bersifat tersembunyi, karena tidak mengakibatkan luka fisik. Namun, sebenarnya bentuknya ditunjukkan melalui perilaku pasangan yang senang mengeluarkan kata-kata kasar.
Dimana kata yang dikeluarkan berupa sebuah ancaman, manipulasi, intimidasi, ataupun kritikan yang terlalu berlebihan dan tidak pantas dilontarkan.
Seorang pakar psikologi mengatakan, seseorang yang mengalami kekerasan emosional biasanya akan kehilangan kepercayaan diri dan cenderung membenci dirinya.
Itu dikarenakan dirinya merasa sudah tidak berharga lagi. Sehingga mereka akan kehilangan motivasi untuk hidup.
Dan ketika mereka merasa seperti itu, pertolongan pertama harus segera diberikan agar tidak berakhir pada kejadian fatal yakni bunuh diri.
4. Kekerasan Finansial
Kekerasan ini mungkin sangat kadang sekali didengar. Namun kekerasan ini dilakukan dalam bentuk memanipulasi atau mengendalikan pasangan dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial.
Contoh yang paling sederhana adalah mencuri harta pasangan secara diam-diam, atau memaksa pasangan bekerja untuk mencari nafkah.

