29 October 2026

Legislator DPRD Sulut Sosialisasikan Dua Perda Inisiatif

2 mins read
Sosialiasi yang digagas Ketua DPRD Sulut di Sangihe

Seluruh Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan sosialisasi Dua Peraturan Daerah (Perda) inisiatif yang dilahirkan oleh lembaga wakil rakyat itu. Sosialisasi dilaksanakan di masing – masing daerah pemilihan dari para legislator,Kamis (27/1/2022).

Seperti Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen melaksanakan sosialisasi di Kelurahan Manente dan Apengsembeka, Kecamatan Tahuna. Ayub Ali di Kota Manado, Henry Walukow dan Melki Pangemanan di Bitung dan Minut serta James Tuuk di Bolaang Mongondow.

Ayub Ali dalam sosialisasi di Kota Manado

Kedua Perda Inisiatif DPRD Sulut yang disosialisasikan yakni nomor 8 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas serta nomor 9 tahun 2021 tentang Perlindungan Hukum Kepada Masyarakat Miskin.

Silangen menegaskan bahwa setelah disosialisasikan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Tapi akan melakukan pengawasan di lapangan sejauh mana progres Eksekutif menindak lanjuti Perda dimaksud.

Melki Pangemanan melaksanakan sosialisasi di Minut – Bitung

Tentunya dengan monitoring yang ketat. Karena ketika ada Perda ini lantas tidak ditindak lanjuti itu sama saja dengan percuma. Sehingga DPRD akan melakukan pengawasan agar Perda ini ditindak lanjuti oleh Eksekutif.

James Tuuk melaksanakan sosialisasi di Bolmong

Apalagi menurutnya kedua Perda itu sangat menyentuh kepentingan warga penyandang disabilitas dan miskin. Sehingga politisi yang akrab disapa Andi ini turut menyarankan DPRD di Kabupaten /Kota agar dapat juga membuat Perda serupa. Sehingga masyarakat umum dapat merasakan manfaat kedua Perda tersebut.

“Karena yang punya rakyatkan Kabupaten /Kota, jadi bisa membuat Perda serupa dengan acuan milik Provinsi.,” kata Silangen.

Sosialisasi oleh Henry Walukow

Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu menyatakan dirinya bersyukur karena proses sosialisasi terhadap dua Perda inisiatif itu boleh berjalan baik dan mendapat respon positif masyarakat.

“Saya katakan ini, karena kami turun melakukan monitoring di sejumlah lokasi rata rata masyarakat banyak yang hadir. Bahkan ada yang melebihi kuota dari yang ditetapkan 100 peserta. Saya melihat luar biasa antusiasme masyatakat,” ungkap Kawatu. (advetorial)

Latest from Same Tags