KANALMETRO, BITUNG – Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Bitung menggelar pelatihan mitigasi bencana kebakaran di lokasi kerja terhadap karyawannya, Jumat (11/2/2022).
Pelatihan yang dilaksanakan dalam rangka bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), diikuti juga oleh karyawan pada sejumlah pembangkit listrik di Sulawesi Utara.
“Untuk tahun ini mengambil tema penerapan budaya K3 pada setiap kegiatan usaha guna mendukung perlindungan tenaga kerja diera digitalisasi,” kata Manager ULPLTD Bitung Samuel De Rey
Unit kerja milik PT PLN tersebut pun konsen terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja karyawannya. Dan Rey berharap di tahun 2022, tidak terjadi kecelakaan kerja akibat kebakaran.
“Kami latih semuanya, tak terkecuali karyawan perempuan untuk sigap memadamkan api. Karena instalasi dan area produksi kami rawan terjadi kebakaran,” tambah De Rey.
Dimana para karyawan bergantian memadamkan api dalam simulasi kebakaran pada penyimpanan bahan bakar minyak di drum.
“Setiap karyawan harus mampu menggunakan peralatan sederhana hingga Alat Pemadaman Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api,” harapnya.
Pelatihan pemadaman api ini dibimbing langsung oleh tenaga profesional dari tim pemadam kebakaran Pemkot Bitung.
“Upaya ULPLTD Bitung menggelar pelatihan ini patut diapresiasi. Karena teknik dasar pengendalian api dengan berbagai peralatan harus dipelajari secara serius,” kata Ketua Tim Damkar, Denie Ansiga.
Menurut Ansiga, seringkali karyawan atau warga panik saat melihat kebakaran. Ketenangan dan kelengkapan peralatan, serta ketrampilan menjadi modal untuk memadamkan api.
“Kepanikan saat bencana kebakaran seringkali berakibat fatal. Sehingga perlu pelatihan dan ketenangan untuk memadamkan api,” tambah Ansiga
Para karyawan di ULPLTD Bitung juga mendapat pelatihan perawatan APAR dan APAB. Agar peralatan tersebut berfungsi optimal saat terjadi kebakaran
Sekedar diketahui bahwa setiap tahun PT PLN (Persero), termasuk ULPLTD Bitung menggelar mitigasi bencana kebakaran. Hal ini dilakukan agar para karyawan tidak gagap saat terjadi kobaran api di lokasi kerja. Sehingga akan mengurangi resiko korban bencana kebakaran. (aan)

