/

Usai Aniaya Ibu Kandung, Lelaki Bitung Tembak Tetangga dan Parang Polisi Saat Hendak Ditangkap

2 mins read
Aniaya Ibu Kandung Bitung
Foto Ilustrasi (Pexels)

KANALMETRO, SULUT – Lelaki SN (47) warga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) melakukan tindakan tak terpuji karena aniaya ibu kandung sendiri.

Bahkan usai aniaya ibu kandung, SN nekat menembak tetangganya menggunakan senapan angin hingga akhirnya ditembak polisi setelah melawan dengan cara menebaskan parang ketika hendak diamankan personel Polres Bitung.

Kejadian ity terjadi Kamis (12/5/2022) pagi di rumah pelaku.

Dimana sekitar pukul 06.00 Wita, ibu kandung pelaku yang berusia 79 tahun dianianya hingga mengalami luka sayatan benda tajam di bagian telinga serta bengkak di dahi.

Selanjutnya sekitar pukul 09.30, pelaku menembak tetangganya Dolvi Worang menggunakan senapan angin. Akibatnya Dolvi mengalami luka tembak di dada hingga tembus punggung.

Bahkan ketika hendak diamankan polisi, pelaku mengamuk sambil membawa senapan angin dan dua bilah senjata tajam. Hal itupun membuat petugas kepolisian dan warga setempat terancam.

Siangnya sekitar pukul 12.45 WITA petugas menembakkan gas air mata ke dalam rumah. Namun pelaku tetap melawan hingga diberikan tindakan tegas.

Bahkan akibat aksi perlawanan dari pelaku, dua orang petugas kepolisian mengalami luka sayatan senjata tajam di kaki kiri dan jari kelingking.

Usai memberikan tindakan tegas, pelaku bersama dua orang korban yakni ibunya dan tetangganya langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk diberikan tindakan medis.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan jika selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu pucuk senapan angin, satu bilah pisau serta satu bilah parang.

Selanjutnya diamankan di Polres Bitung guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian tersebut.

“Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif maupun kronologi lengkap penganiayaan,” kata Abast.

Namun dikatakannya jika pelaku bakal dijerat ancaman dengan pasal berlapis. Yakni pasal 2 ayat (1) Undang – undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Dan atau pasal 351 ayat (2) KUHP  dengan ancaman hukuman 5 tahun, subsidier pasal 351 ayat (1) KUHP ancamannya 2 tahun 8 bulan pidana penjara. Serta pasal 212 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan karena melawan petugas. (Fransiskus)

Latest from Same Tags