20 July 2024

/

Melawan Disinformasi, AJI Manado Gandeng Berbagai Lembaga dan Organisasi

3 mins read
Melawan Disinformasi AJI Manado
Peserta sesi satu diskusi melawan disinformasi yang digelar AJI Manado, Sabtu (2/9/2023). (foto: aji manado)

KANALMETRO, MANADO – Sebagai upaya dalam melawan serta menekan penyebaran disinformasi, maka Aliansi jurnalis independen (AJI) Manado menggandeng berbagai lembaga dan organisasi.

Dimana hal itu dilakukan lewat diskusi terpumpun kolaborasi melawan disinformasi di Hotel Lagoon Manado, Sabtu (2/9/2023) yang merupakan kolaborasi antara AJI Indonesia bersama cek fakta dengan dukungan Google News Initiative.

Diskusi yang membahas tentang disinformasi atau informasi salah dan misinformasi atau informasi bohong itu dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga maupun organisasi. Baik yang berlatar belakang keagamaan, mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa kota Indonesia termasuk Manado. Tujuannya untuk memperkecil disinformasi dan misinformasi bahkan kalau bisa menghilangkannya, agar dampak buruknya di masyarakat, bisa diminimalisir bahkan dihilangkan,” kata Ketua AJI Manado, Fransiskus Talokon saat membuka diskusi.

Dia mengatakan, dalam lima tahun terakhir,  informasi keliru dan bohong banyak beredar dan disebarkan oknum – oknum tidak bertanggungjawab, yang menyebabkan masalah, ditengah masyarakat, karena sering termakan Hoax.

“Apalagi ternyata, tanpa disadari yang ikut menyebarkan informasi keliru dan bohong justru adalah orang-orang berpengaruh, yang tidak memahami dengan benar tentang hal yang disebarkan yang berdampak buruk,  seperti  kesalahan memahami dan merusak pikiran baik tentang satu hal,” katanya.

Peserta sesi dua diskusi melawan disinformasi yang digelar AJI Manado
(foto: aji manado)

Apalagi menjelang pemilu, Fransiskus Talokon, hal-hal seperti ini juga menimbulkan kekhawatiran. Karena biasanya informasi keliru dan bohong, baik yang lama maupun baru sering diangkat kembali menjadi bahan untuk menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu.

Sementara Adi Marsiela dari pengurus nasional AJI yang menjadi pemateri dalam diskusi itu, mengatakan ada hoax yang ‘evergreen’ maupun momentum. Hal itu terjadi karena mengikuti situasi yang sedang berkembang.

Sebagai pemateri yang juga memimpin diskusi, Adi secara aktif mengajak seluruh peserta menyampaikan pendapat tentang berbagai hal yang dilakukan, termasuk bagaimana dampak buruk yang timbul, dan langkah mengantisipasinya. Juga bagaimana langkah organisasi menghadapi beredarnya informasi keliru dan bohong yang beredar dan menyerang lembaga keagamaan, sipil maupun mahasiswa.

Dari diskusi yang tersebut, kemudian disepakati sejumlah hal menjadi rencana tindak lanjut, untuk menghadapi dan mengatasi hal-hal tersebut, yakni, melakukan pelatihan untuk meningkatkan literasi media dengan cek fakta, membentuk jaringan komunikasi, membuat nota kesepahaman, menggelar diskusi rutin.

Rencana tindak lanjut lainnya, adalah membentu grup komunikasi, meningkatkan kapasitas, menyebarkan konten cek fakta membuat laporan ke nomor telepon cek fakta. (Roni)

Latest from Same Tags