23 July 2024

//

Oknum Wartawan di Manado Diringkus Polda Sulut Atas Dugaan Pemerasan

3 mins read
Wartawan Manado Sulut Pemerasan
Polda Sulut memberikan keterangan pers atas diringkusnya oknum wartawan di Manado karena dugaan melakukan pemerasan dan pengancaman, Jumat (8/9/2023). KM-Roni

KANALMETRO, MANADO – Tim dari Direktorat Reskrim Umum (Ditreskrium) Polda Sulut mengamankan lelaki DS (44) warga Kota Manado yang diketahui sebagai salah satu oknum wartawan atas dugaan pemerasan dan pengancaman.

Oknum wartawan salah satu media online itu diringkus Polda Sulut karena diduga melakukan pemerasan dan pengancaman pada salah satu perguruan tinggi di Kota Manado.

“Diringkus tim Resmob Polda Sulut, Rabu (6/9/2023) sore pada depan kampus di jalan Samrat, Kecamatan Wenang Selatan, Kota Manado,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Iis Kristian ketika memberikan keterangan pers, Jumat (8/9/2023).

Dia menjelaskan, dugaan aksi pemerasan dan pengancaman itu dilakukan oleh terduga pelaku pada 30 Agustus 2023 malam sekitar pukul 19.00 Wita dengan mendatangi salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Manado.

Terduga pelaku menemui salah satu dosen dari perguruan tinggi itu dan mengaku jika dirinya adalah anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta pimpinan media online.

Alasannya datang kesana untuk menyampaikan bahwa ada laporan dugaan penyimpangan dan akan diungkap. Namun terduga pelaku menyebutkan bahwa tidak akan mengungkapnya jika memberikan sejumlah uang untuk tutup mulut.

“Saat itu disepakati jika uang akan diserahkan pada 6 September 2023,” tambah Kabid Humas Polda Sulut didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol Gani Siahaan dan Kasubdit Jatanras, AKBP Benny Ansiga.

Rabu (6/9/2023) sore sekitar pukul 17.30 Wita, terduga pelaku kembali ke kampus tersebut dengan maksud menagih janji dari dosen yang ditemui sebelumnya terkait pemberian uang.

Dosen yang merasa curiga dengan terduga pelaku langsung menghubungi Ditreskrimum Polda Sulut. Dan saat menyerahkan uang kepada terduga pelaku, langsung diringkus tim Resmob Polda Sulut dengan sejumlah barang bukti. Diantaranya uang tunai Rp 25 juta, 1 amplop warna coklat, 2 handphone, 1 unit mobil Toyota Calya yang digunakan terduga pelaku dan STNK serta kuncinya.

“Modus terduga pelaku bahwa ia mendapat informasi telah terjadi praktek pungutan liar di kampus tersebut berupa penerbitan ijazah dengan memberikan sejumlah uang,” tambah Kombes Pol Gani Siahaan.

Dia menambahkan bahwa terduga pelaku bakal dikenakan dengan pasal 368 dan 369 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 serta 4 tahun penjara.

Polda Sulut juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari aksi pemerasan maupun tindak pidana lainnya.

Selain itu masyarakat dihimbau agar ketika ada siapa pun itu yang mengaku profesi apapun. Kalau masyarakat tidak yakin agar segera mengecek surat tugas dan identitas dari yang bersangkutan. Itu untuk menghindari hal yang serupa dapat terjadi.

“Jika merasa ragu langsung konfirmasi ke instansi dari yang bersangkutan,” pungkas Dia. (Roni)

Latest from Same Tags