25 July 2024

//

Kawal Hak Pilih Pengungsi Gunung Ruang di Pilkada, Bawaslu Sulut Sampaikan Sejumlah Rekomendasi

3 mins read
Bawaslu Sulut Steffen Linu
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Sulut, Steffen Linu. KM-FMT

KANALMETRO, SULUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait hak pilih dari para pengungsi korban erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Sejumlah rekomendasi yang disampaikan Bawaslu Sulut yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan jajaran diminta untuk melakukan pendataan ulang dan verifikasi pemilih yang terdampak bencana. Ini melibatkan pendataan di tempat-tempat pengungsian dan lokasi sementara pemilih.

Selanjutnya meminta KPU bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BNPB untuk mendapatkan data akurat mengenai pengungsi. Hal itu guna memastikan mereka terdaftar sebagai pemilih.

Kemudian KPU diminta untuk dapat mendirikan TPS khusus di lokasi pengungsian, guna memastikan bahwa pemilih dapat menggunakan hak pilih mereka dengan aman dan nyaman.

Rekomendasi terakhir adalah Bawaslu bersama KPU melakukan sosialisasi kepada pemilih tentang prosedur pemungutan suara di lokasi pengungsian dan memberikan informasi mengenai hak-hak mereka sebagai pemilih.

“Rekomendasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua warga yang berhak tetap dapat menggunakan hak pilih mereka, meskipun berada dalam situasi darurat akibat bencana alam seperti pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Ruang,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Sulut, Steffen Linu dalam keterangan pers, Jumat 5 Juli 2024.

Selain itu Dia mengatakan bahwa Bawaslu bersama KPU Sulut telah memastikan sekitar 702 pengungsi dari Pulau Ruang (442 dari desa lahingpate, dan 260 dari desa pumpente) tetap dapat menggunakan hak pilih mereka dalam Pilkada 2024.

“Langkah-langkah sedang diambil untuk memastikan bahwa warga yang mengungsi tetap terdaftar dan dapat memberikan suara mereka meskipun berada di lokasi pengungsian,” tambah Steffen Linu.

Dia juga mengatakan Bawaslu akan memastikan bahwa KPU dalam menyiapkan skema pemutakhiran daftar pemilih yang menyesuaikan dengan kondisi darurat tersebut.

“Data yang kami peroleh untuk lokasi pengungsian di Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung sudah dilaksanakan Coklit pada 26 dan 27 Juni. Sedangkan yang di Kecamatan Siau Barat Selatan, Siau Barat, Tagulandang, Tagulandang Selatan, dan Tagulandang Utara yang belum dicoklit,” tambah Dia.

Namun Bawaslu Sulut telah berkoordinasi dengan jajaran yang ada di Kabupaten Sitaro, Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung untuk melakukan beberapa langkah.

Sejumlah langkah itu yakni membangun posko aduan kawal hak pilih di wilayah pengungsian. Merekrut PKD Kampung Pumpente dan Kampung Laingpatehe yang berasal dari
pengungsi. Serta melakukan pengawasan melekat saat Coklit data pemilih dilakukan.

“Secara keseluruhan, erupsi ini menambah tantangan bagi KPU dan Bawaslu dalam menyusun
daftar pemilih yang akurat dan memastikan partisipasi warga dalam Pilkada tetap tinggi meskipun ada kondisi darurat akibat bencana alam,” pungkas Dia.

Reporter/Editor: Fransiskus Talokon

Latest from Same Tags