06 March 2026

//

Program PKM FMIPA UKIT Dorong Peternak Itik di Tomohon Olah dan Manfaatkan Pakan Lokal

3 mins read
pengabdian masyarakat ukit tomohon
Pelatihan dan pendampingan kepada kelompok mitra peternak itik oleh tim FMIPA UKIT di Tomohon

KANALMETRO, TOMOHON – Lewat program pengabdian masyarakat yakni Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Fakultas MIPA Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) mendorong peternak itik di Kota Tomohon untuk dapat mengelolah dan memanfaatkan pakan lokal.

Hal tersebut tentunya sebagai bagian kepedulian dari FMIPA UKIT lewat program pengabdian masyarakat melalui PKM akan kondisi harga pangan terus naik sehingga ikut menyulitkan para peternak itik, termasuk di Kota Tomohon.

Dan kini yang menjadi sasaran dari program tersebut adalah Kelompok Tani Mitra Melambai di Kelurahan Tumatantang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon. Fredi Montolalu selaku pemimpin Kelompok Tani tersebut sebagai kelompok mitra.

Sonny Denny Untu selaku Ketua tim pelaksanaan Pemberdayaan Kemitaraan Masyarakat (PKM) menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan penerapan budidaya itik berbahan pakan lokal.Tentunya dengan fokus pengabdian mengatasi masalah mahalnya pakan komersil.

Selain soal harga pakan komersil yang mahal. Ada pula persoalan rendahnya pengetahuan para mitra dalam mengelolah pakan berbahan baku lokal. Kondisi kandang, tempat penyimpanan pakan serta kurangnya penguasaan teknologi adalah permasalahan awal yang didapati.

“Ini juga sebagai wadah belajar bagi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah mitra. Sekaligus juga dapat belajar dan melatih diri berwirausaha dan melaksanakan riset,” jelas Sonny Denny Undap, Selasa 27 Agustus 2024.

Agar pula diharapkan hal ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa berusaha secara mandiri, supaya ketika lulus mendapatkan pekerjaan yang layak. Serta mahasiswa mendapat
pengalaman di luar kampus.

Karena lewat program ini, selain hasil riset dan kerja pengabdian mahasiswa seta dosen, tentunya pula akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Terlebih untuk meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani dalam memproduksi pakan berbahan baku lokal. Serta membantu mitra dalam hal manajemen usaha peternakan itik dan pemasaran.

“Jadi yang kami laksanakan adalah mengawali dengan sosialisasi, selanjutnya sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program,” jelas Dia.

Sedangkan harapan untuk kelompok mitra adalah telur yang dihasilkan oleh itik
petelur cenderung memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan telur ayam. Sehingga akan lebih diminati di pasar karena nilai jual yang lebih tinggi.

Selanjutnya itik memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup baik, membuatnya lebih tahan terhadap beberapa penyakit yang umumnya menyerang unggas. Hal ini dapat meningkatkan potensi pendapatan bagi peternak.

“Ini dapat mengurangi risiko kerugian dalam budidaya karena kesehatan itik yang relatif kuat. Itik cenderung lebih tahan terhadap kepadatan populasi tinggi dibandingkan dengan ayam, memerlukan lebih sedikit ruang per individu, yang membuatnya lebih cocok untuk peternakan dengan lahan terbatas,” tambah Dia.

Nantinya pula itik memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk iklim tropis dan subtropis.

“Untuk pendanaan program ini berasal dari Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi RI,” pungkas Dia. (adv)

Latest from Same Tags