KANALMETRO, TOMOHON – Dalam semangat membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulut menggelar Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 28-30 Juli 2025 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tomohon.
Kegiatan ini menjadi medium pembinaan yang inovatif, menyentuh sisi emosional dan sosial para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lewat pendekatan yang membangun jiwa kepemimpinan dan solidaritas.
Tak sekadar ajang berkumpul, perkemahan ini menjadi ruang pembelajaran lintas generasi. Bagaimana semangat nasionalisme bisa tumbuh bahkan di balik jeruji, dalam atmosfer yang sarat akan ketekunan, kreativitas, dan pembinaan berkarakter.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan terhadap WBP melalui pendekatan yang membangun karakter, jiwa kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air. Selain itu, ini menjadi ruang pembelajaran lintas generasi,” ujar Indra Sukma, Kepala LPKA Tomohon sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, dalam laporannya pada upacara penutupan Rabu (30/7/2025).
Sebanyak 80 WBP dan 16 pendamping dari delapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di bawah naungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Lapas Manado, Lapas Tondano, Lapas Amurang, Lapas Bitung, Rutan Kotamobagu, Rutan Manado, LPP Manado, dan LPKA Tomohon.
Kegiatan ini meliputi berbagai lomba yang membentuk disiplin, kekompakan, dan daya cipta, seperti LKBB Terapan, Tari Semapor, Hasta Karya, Yel-yel antar UPT, serta lomba Tapak Tenda. Semuanya dirancang bukan hanya untuk membangun keterampilan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan harga diri peserta sebagai bagian dari proses pembinaan yang menyeluruh.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut Tonny Nainggolan dalam amanatnya menyampaikan kegiatan ini merupakan amanat dari Dirjen Pemasyarakatan dimana setiap wilayah diwajibkan mengadakan Perkemahan Satya Dharma Pemasyarakatan.
“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh peserta Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan. Saya berharap kegiatan ini dapat mendorong para WBP untuk berkontribusi nanti di masyarakat sebagai agen perubahan,” tutur Nainggolan.
Kakanwil juga menjelaskan untuk kegiatan Perkemahan Satya Dharma Pemasyarakatan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Karena sesuai harapan dimana para warga binaan sekembali ke masyarakat bisa menjadi pionir, apa yang didapatkan dalam mengikuti kegiatan seperti ini,” tukasnya.
Dalam upacara penutupan tersebut juga dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan bagi para peserta dan pengawas, pemberian hadiah hasil lomba. Turut dihadiri juga oleh jajaran pejabat Kanwil Ditjenpas Sulut, perwakilan para kepala UPT dan Kwartir Cabang Tomohon.

