KANALMETRO, MANADO – Hari kedua Boxing on the Street yang berlangsung di God Bless Park Manado, Selasa 17 Februari 2026, semakin memantapkan ajang ini sebagai panggung pembinaan sekaligus hiburan olahraga bagi masyarakat. Pertandingan yang menampilkan petinju dari berbagai kategori usia itu kembali menyedot perhatian publik dan menghadirkan atmosfer kompetisi yang penuh semangat.
Sejak pagi hingga tengah malam, seputaran ring pertandingan dipenuhi aksi para petarung muda yang menunjukkan kemampuan teknik, keberanian, dan sportivitas. Ajang ini tidak hanya menampilkan petinju amatir dari kelas mini, junior, youth hingga elite, tetapi juga menghadirkan partai eksebisi yang unik dan menarik perhatian penonton.
Ketua Umum Sulawesi Utara, Brigjen TNI (Purn) Bonifacius Jerry Waleleng hadir langsung menyaksikan pertarungan para petinju cilik yang bertanding di atas ring. Di sela kegiatan, ia menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai daerah penghasil atlet tinju berprestasi di tingkat nasional.
“Sulut merupakan gudang atlet tinju nasional. Banyak atlet tinju asal Sulut menorehkan prestasi di tingkat nasional. Memang ada berbagai manfaat yang bisa kita dapat dari ajang boxing on the street ini, bukan hanya ajang untuk para petinju muda mengasah kemampuan melainkan juga meningkatkan kembali animo masyarakat akan olah raga tinju ini,” ujar Waleleng.
Antusiasme masyarakat yang memadati arena pertandingan menunjukkan bahwa olahraga tinju masih memiliki tempat tersendiri di hati warga Sulawesi Utara. Sorakan penonton terdengar sepanjang pertandingan, memberikan dukungan kepada para petinju muda yang berjuang menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Menurut Waleleng, kegiatan seperti Boxing on the Street memiliki nilai strategis dalam pembinaan atlet sekaligus membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap olahraga tinju.
Selain menjadi wadah kompetisi, ajang ini juga membuka ruang interaksi sosial dan mempererat hubungan masyarakat melalui olahraga. Kehadiran petarung dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa tinju bukan hanya milik atlet profesional, tetapi juga bagian dari budaya olahraga rakyat.
Ke depan, kegiatan Boxing on the Street direncanakan akan digelar secara berkala guna memperluas pembinaan atlet dan meningkatkan partisipasi masyarakat di berbagai daerah.
“Ke depan kita akan menggulirkan ajang ini per tiga bulan bekerja sama dengan pemerintah daerah juga KONI di kabupaten/kota,” tambah Waleleng.
Sementara itu Toar Sompotan pelatih dari salah satu sasana yang ambil bagian dalam BOTS tersebut mengaku bangga dengan capaian anak didiknya.
“Rata-rata mereka masih baru, ada beberapa bahkan baru kali ini naik ring, dari 7 petinju yang kami bawa, 5 diantaranya bisa menang ini menjadi pelecut semangat agar bisa lebih baik ke depan,” jelas mantan petinju kebanggaan Sulut dan Indonesia ini.
Selama dua hari pelaksanaan, kurang lebih 75 partai pertandingan telah digelar. Selain petinju amatir dari berbagai kategori usia, partai eksebisi juga menghadirkan petarung dari berbagai profesi, termasuk nelayan dan buruh. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa olahraga tinju dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dengan suksesnya pelaksanaan dua hari berturut-turut, Boxing on the Street tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga tinju di Sulawesi Utara. Kegiatan ini diharapkan terus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

