KANALMETRO – Sabtu (26/8/2023), Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) melaksanakan reuni di kampus Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam reuni itu, para alumni aktivis PPMI melaksanakan dan melahirkan sejumlah rekomendasi untuk Indonesia kedepan lewat diskusi yang digelar.
Sejumlah rekomendasi itu yakni mendorong media untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara independen dan profesional. Menyerukan agar para bakal calon Presiden dan Wakil Presiden tidak saling menyerang dan menjatuhkan untuk menciptakan Pemilu damai.
Selanjutnya, menolak kejahatan politik dalam bentuk apapun. Mendorong penegakan hukum dan pemberantasan korupsi secara independen dan profesional. Serta menolak penindasan terhadap kelompok minoritas atas nama dan dalam bentuk apapun.
Para pemateri diskusi yakni mantan Ketua Perludem dan mantan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Didik Supriyanto, Ketua Progam Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Sri Wiyanti Eddyono, Budayawan dan Pendiri Omah Dongeng Marwah Hasan Aoni Aziz US, Promotor Musik Anas Alimi, dan Pengusaha Asep Wahyu.
Majelis Pertimbangan Organisasi FAA PPMI, Rommy Fibri mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun politik yang akan menentukan nasib bangsa 5 sampai 10 tahun kedepan. Sehingga alumni pers mahasiswa harus memiliki sikap politik yang jelas menanggapinya. Jangan sampai perbedaan politik justru menyebabkan perpecahan.
“Acara ini sekaligus mempertemukan pemikiran dari pelbagai kalangan untuk mencari, memetakan, dan merumuskan penyelesaian persoalan bangsa,” ujar Ketua Umum FAA PPMI, Agung Sedayu.
Sementara Mustakim selaku Ketua pelaksana reuni tersebut mengatakan bahwa pembiayaan kegiatan itu berasal dari para alumni. Dan tidak menerima dari pihak luar guna menghindari konflik kepentingan jelang Pemilu 2024.
Sekedar diketahui, forum itu berdiri pada 24 Januari 2015 dan menjadi wadah bersama para alumni PPMI dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Kini terdapat ribuan alumni pers mahasiswa anggota FAA PPMI yang tersebar keberbagai profesi dan pekerjaan. Seperti politisi, peneliti, jurnalis, pengusaha, birokrat, dan sebagainya. Bahkan adanya yang telah menjadi tokoh nasional.
Hingga saat ini, para mantan aktivis pers kampus itu konsisten dengan komitmen dan idealisme dalam memandang arah bangsa kedepan dimasing-masing bidang profesi mereka. Reuni kali ini digelar untuk menyatukan pelbagai pemikiran dari berbagai kalangan tersebut.

