KANALMETRO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Utara resmi ditutup, setelah berlangsung sejak 31 Agustus 2026.
Penutupan kegiatan yang digelar pada siang hari tersebut diikuti ratusan siswa baru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kegiatan MPLS menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, serta berbagai program pendidikan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Utara.
Penutupan MPLS dilakukan secara resmi oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Utara, Jefta Johannes Makikui.
Dalam sambutannya, Dia mengajak seluruh siswa baru untuk menjadikan Sekolah Rakyat sebagai tempat mengembangkan kompetensi sekaligus membangun karakter.
Ia menegaskan, seluruh siswa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi, meraih prestasi akademik, serta menguasai berbagai keterampilan.
Menurutnya, keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan karakter yang kuat.
Kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, serta sikap saling menghargai disebut menjadi nilai penting yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Jefta juga meminta para siswa menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, tempat untuk mengeksplorasi potensi diri, berani mencoba berbagai hal baru, sekaligus membangun kebersamaan tanpa membeda-bedakan satu sama lain.
“Cerdas saja tidak cukup. Di balik kompetensi yang hebat, harus ada karakter yang kuat,” tegasnya.
Ia berharap, setelah mengikuti seluruh rangkaian MPLS, para siswa dapat memulai perjalanan pendidikan dengan semangat baru dan mampu mengukir prestasi terbaik.
“Selamat memulai perjalanan belajar baru. Ukirlah prestasi terbaikmu dan jadilah generasi yang berilmu serta berakhlak mulia,” pungkasnya.

