27 October 2026

/

Aplikasi Curi Data Pribadi Ditarik Google dari Play Store

4 mins read
Aplikasi Curi Data Pribadi
Foto Ilustrasi (Pixabay)

KANALMETRO.COM – Sejumlah aplikasi yang diduga telah curi data pribadi secara diam –diam telah ditarik oleh Google dari Play Store.

Hal itu diketahui saat suatu kode tertentu dimasukkan dalam aplikasi yang dilakukan oleh pengembang. Sistem Pengukuran (Measurement System) membayar pengembang di seluruh dunia untuk melakukan hal itu.

Tujuannya untuk mendeteksi aliran pendapatan serta data terperinci tentang basis pengguna mereka.

Juru Bicara Google Scott Westover mengatakan aplikasi yang berisi perangkat lunak Sistem Pengukuran telah dihapus dari Google PlayStore sejak 25 Maret 2022.

Penghapusan itu dilakukan karena mereka mengumpulkan data pengguna di luar aturan yang telah ditetapkan Google.

Westover menambahkan, aplikasi dapat dimasukkan kembali jika perangkat lunak telah dihapus. Kini, beberapa sudah kembali di AppStore.

Namun, tindakan Google ini tidak mengganggu kemampuan Sistem Pengukuran untuk mengumpulkan data dari jutaan ponsel di seluruh dunia, karena perangkat lunaknya sudah diinstal oleh banyak orang.

Tetapi, Google enggan untuk mengatakan berapa banyak aplikasi yang berisi perangkat lunak tersebut.

Dua peneliti di International Computer Science, Serge Egelman dan Joel Reardon dari University of Calgary menyatakan bahwa data pengguna bisa dikumpulkan karena adanya kode-kode atau yang dikenal SDK.

Kode tersebut terhubung pada jutaan perangkat Android dan telah ditemukan dibeberapa aplikasi doa Muslim yang sudah diunduh lebih dari 10 juta kali.

Tidak hanya aplikasi doa Muslim, aplikasi pendeteksi kemacetan dan kecepatan jalan raya, pembacaan kode QR serta sejumlah aplikasi lainnya juga disebut bisa mencuri data penggunanya.

Sepuluh aplikasi dimaksud yakni, Speed Camera Radar, Al-Moazin Lite (Prayer Times),  Wi-Fi Mouse (remote control PC),  QR & Barcode Scanner (developed by AppSource Hub), Qibla Compass – Ramadan 2022, Simple weather & clock widget (developed by Difer).

Selain itu Handcent Next SMS-Text with MMS dan Smart Kit 360, Al Quran MP3 – 50 Reciters & Translation Audio, Full Quran MP3 – 50+ Languages & Translation Audio serta Audiosdroid Audio Studio DAW.

Egelman dan Reardon menyampaikan, mereka menemukan perilaku kode selama pekerjaan audit yang mereka lakukan yakni mencari kerentanan di aplikasi Android.

Diketahui, data-data dari para pengguna 10 aplikasi itu secara diam-diam dikumpulkan oleh perusahaan Panama. Dua peneliti itu juga mendokumentasikan temuannya tentang kode Sistem Pengukuran dalam laporan yang diterbitkan, Rabu (6/4/2022).

Dalam postingan tersebut, kedua pria tersebut merinci daftar aplikasi tempat mereka menemukan kode tersebut. Mereka juga membagikan temuan mereka pada bulan Maret dengan Google, yang memulai penyelidikan sehingga menghasilkan larangan tersebut.

Dari contoh diatas, aplikasi cuaca, pemindai kode QR dan pendeteksi radar jalan raya pun dinilai rentan bisa curi data pribadi penggunanya.

Menurut temuan Reardon dan Egelman, SDK atau kode tertentu mengumpulkan sejumlah besar data tentang setiap penggunanya, termasuk lokasi yang tepat, pengidentifikasi pribadi seperti email dan nomor telepon serta data tentang komputer dan perangkat seluler terdekat.

Meskipun pialang data konsumen terkadang mengumpulkan data semacam itu, mereka biasanya tidak menyertakan pengenal yang dipersonalisasi seperti alamat email dan nomor telepon, karena dapat melanggar undang-undang privasi data.

SDK Sistem Pengukuran juga dapat mengumpulkan informasi yang disimpan di papan klip telepon, bahkan kata sandi.

Terkait aplikasi doa bertema Muslim seperi Al Moazin dan Qibla Compass, Reardon dan Egelman menyampaikan, dua aplikasi ini sudah diunduh setidaknya di 60 juta perangkat seluler dan kemungkin lebih banyak lagi.

Kompas

Latest from Same Tags