KANALMETRO, MANADO – Boxing on the Street, Senin, 16 Februari 2026 di Manado dimulai, serta menghadirkan atmosfer kompetisi dan antusiasme tinggi dari berbagai sasana tinju se Sulawesi Utara.
Sebanyak 19 sasana tinju mengirimkan atlet terbaik mereka, mulai dari kategori pemula hingga senior. Total sekitar 160 petarung mendaftarkan diri untuk bertanding dalam berbagai kelas, dari mini hingga elit. Pertandingan hari pertama menampilkan kurang lebih 30 partai, sementara laga lanjutan dijadwalkan berlangsung pada hari kedua pelaksanaan.
“Apresiasi bagi panitia yang dipimpin oleh Dirbinmas Polda Sulut Kombespol Rio Alex Penelewen beserta kawan-kawan para pelatih dan penggiat tinju ini. Antusias dari sasana-sasana dengan mengirim para peserta menunjukan semangat olah raga kita sangat baik. Tentu ini modal yang sangat baik, suatu kebanggaan bagi kita dan tentu sebagai Pemerintah Provinsi sangat mendukung,” Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga melalui penyediaan fasilitas yang memadai.
“Untuk ke depan saya juga sudah menginstruksikan ke tiap bupati dan walikota untuk bisa bergerak. Terlebih memperhatikan sarana olahraganya agar masyarakat bisa berprestasi tentunya.”
Ketua Panitia pelaksana Boxing on the Street, Kombes Pol Rio A. Panelewen, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian bersama terhadap perkembangan olahraga tinju di Sulawesi Utara.
“Kegiatan ini terlaksana bukan datang dari saya sendiri, melainkan dari para orang-orang ini yang memang sangat peduli dengan tinju di Sulawesi Utara,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa ide penyelenggaraan muncul dari diskusi bersama berbagai pihak, termasuk dukungan dari Kapolda Sulut, khususnya dalam upaya menjaring bibit atlet baru.
“Ide ini muncul ketika kami berdiskusi dan ternyata pak Kapolda juga sangat mendukung, terlebih dalam menjaring bibit-bibit baru atlet tinju di Sulut. Sebagai kepolisian apalagi ini merupakan kegiatan yang positif kami tentu wajib mendukung.”
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah kompetisi sekaligus ruang pembinaan bagi para petinju muda berbakat.
“Sementara kami dari Direktorat Binmas sudah jalan untuk memfasilitasi bagi mereka yang istilah kerennya ‘peks-peks’ di kampung masing-masing untuk kami tawarkan bisa datang. Yang penting punya nyali kami sambut datang di sini,” jelasnya.
Selain menghadirkan pertandingan sengit di atas ring, kegiatan ini juga disambut meriah oleh masyarakat yang memadati lokasi acara. Sorak sorai penonton terdengar sepanjang pertandingan, memberikan dukungan penuh kepada petinju andalan mereka.
Panitia berharap ajang Boxing on the Street dapat terus bergulir di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Upaya ini diharapkan mampu memperluas pembinaan atlet sekaligus mempermudah proses pencarian talenta potensial.
“Rencananya kegiatan ini akan bergulir di kabupaten kota yang lain. Harapannya jelas agar KONI Sulut tidak pusing lagi mencari bibit atlet baru ke depannya sehingga bisa berkancah di tingkat nasional,” tambah Panelewen.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Umum KONI Sulut, Brigjen TNI (Purn) Bonifacius Jerry Waleleng serta sejumlah pejabat maupun tokoh olahraga.

