05 April 2026

Penguatan Kapasitas UMKM Jemaat Lewat Pelatihan Manajemen Usaha dan Akuntansi di GMIM Zebaoth Kairagi Dua Manado

3 mins read

KANALMETRO, MANADO – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 28 Maret 2026 di GMIM Zebaoth Kairagi Dua Manado menghadirkan suasana pembelajaran yang hangat sekaligus reflektif. Mengusung tema Penguatan Kapasitas UMKM Jemaat melalui Pelatihan Manajemen Usaha dan Akuntansi di GMIM Zebaoth Kairagi Dua Manado.

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara dunia akademik dan praktik kehidupan ekonomi jemaat yang sehari-hari bergelut dengan tantangan usaha mikro.

Sejak awal kegiatan, antusiasme jemaat terlihat nyata. Kehadiran Ketua Jemaat, Pdt Anneke Like Pongoh STh bersama warga jemaat, memberi makna tersendiri bahwa pemberdayaan ekonomi bukan sekadar program, melainkan bagian dari pelayanan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dalam ungkapannya, Ketua Jemaat menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi jemaat, sehingga pelatihan semacam ini menjadi sangat relevan dan kontekstual.

Para dosen yang terlibat memandang kegiatan ini bukan hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses saling belajar. Dr Kiet Tumiwa SE MMAk CA menekankan bahwa pengelolaan usaha yang baik harus dimulai dari pencatatan keuangan yang sederhana namun konsisten. Menurutnya, banyak usaha kecil gagal berkembang bukan karena kurangnya peluang, tetapi karena lemahnya manajemen internal.

Senada dengan itu, Nixon Sondakh SE MSi mengungkapkan bahwa pelaku UMKM perlu memiliki pola pikir kewirausahaan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menambahkan bahwa kemampuan membaca peluang dan mengelola risiko menjadi kunci keberlanjutan usaha. Sementara itu, Jolly LR Turangan SH MHum melihat pentingnya aspek legalitas usaha sebagai fondasi perlindungan hukum bagi pelaku UMKM.

Dr Dra Rolina E Manggopa MPd memberikan perspektif edukatif dengan menekankan bahwa proses pembelajaran harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tidak bisa dicapai dalam satu kali pelatihan, melainkan melalui pendampingan yang konsisten. Hal ini diperkuat oleh Jeane Ch Lasut SH MH yang menyoroti pentingnya kesadaran hukum dalam menjalankan usaha secara tertib dan bertanggung jawab.

Para dosen lainnya seperti Jufry Rompas SE MSi, Novy J Kasenda SE MSi, Treesje L Runtuwene SE MAP, Grace Ropa SE MSi, Selvie J Nangoy SE MSi, Deasy Lusiana SE MSi dan Ruhiyat SE MSi turut memberikan kontribusi pemikiran yang memperkaya diskusi. Mereka sepakat bahwa integrasi antara teori dan praktik merupakan pendekatan yang paling efektif dalam membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

Di sisi lain, para peserta menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa memperoleh wawasan baru, khususnya dalam hal pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha secara lebih terstruktur. Bagi sebagian jemaat, pelatihan ini menjadi titik awal untuk memperbaiki cara mereka menjalankan usaha yang selama ini lebih banyak didasarkan pada pengalaman tanpa perencanaan yang matang.

Kegiatan ini pada akhirnya tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan semangat baru di kalangan jemaat untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional. Harapannya, melalui kegiatan pengabdian seperti ini, UMKM jemaat dapat berkembang menjadi pilar ekonomi lokal yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan demikian, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya membangun kesejahteraan bersama.