KANALMETRO, TOMOHON – Salah satu panelis dalam Tomohon Inovasi Ekraf Expo 2023 yakni Manager Bisnis Support PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) area Lahendong, Jati Permana.
Dia mempresentasikan terkait pemanfaatan panas bumi yang ada di Tomohon menjadi satu hal menarik.Terdapat direct using dan indrirect using terkait panas bumi. Pilot project yang telah dimaksimalkam sekira satu dekade terakhir yakni produksi gula aren dengan memanfaatkan panas bumi.
“Potensi di Tomohon, Panas Bumi bukan hanya untuk listrik. Sudah lama kami bekerja sama dengan Gula Aren Masarang. Ini merupakan produk gula aren diproduksi dari hasil panas bumi. Harganya 5-6 kali lipat dari gula konvensional,” terang Jati Permana.
Dirinya juga menjelaskam ke para peserta talkshow energi panas bumi dalam sektor pariwisata juga bisa menggunakan air panas atau uap air sebagai objek wisata pemandian air panas.
“Manfaat sumber air panas untuk pemandian ini sangat penting bagi tubuh yang kemudian digunakan pengelola pariwisata sebagai daya tarik untuk perkembangan bisnis pariwisata. Ino yang sedang coba kita rancang kedepan,” lanjutnya.
Selain pemandian air panas, terdapat satu rencana strategis lainnya dalam menunjang ekonomi kreatif di Tomohon terkait pemanfaatan panas bumi.
“Sebelum pandemi kita sudah melakukan pengkajian terkait pemanfaatan panas bumi untuk pengeringan kopi bisa kita maksimalkan. Diharapkan bersama ini bisa membuka peluang bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Tomohon sehingga membantu meminimalisir biaya produksi ke depan sehingga tujuannya untuk peningkatan ekomomi bisa tercapai,” tukasnya.
Dalam talkshow yang dipandu mantan putri Tomohon Krisan Sangari, juga menghadirkan panelis dari BNI Cabang Tomohon yang menyampaikan terkait Kredit Usaha Rakyat, Garuda Indonesia Branch Manado menyampaikan terkait manfaat penerbangan Manado-Naritta untuk ekspor -impor, Ketua Dekranasda Tomohon drg Jeand’arc Senduk, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Henry Kaitjily, dan Syahrial Ogi dari Redo Coffee.

