24 February 2024

Babe Palar, Tokoh Bangsa Asal Tomohon Kenalkan Filosofi Sumiga Siga Hingga Dunia Internasional

2 mins read
Babe Palar
Lambertus Nicodemus Palar atau yang lebih dikenal dengan Babe Palar

KANALMETRO, TOMOHON – Dalam sebuah catatan bahasa Tombulu-Indonesia, filosofi “Sumiga Siga” yang menjadi pegangan dan motivasi kuat tokoh bangsa, Pahlawan Nasional asal Tomohon, Lambertus Nicodemus Palar, atau lebih dikenal dengan Babe Palar, kini menjadi sorotan. Filosofi warisan leluhur orang Minahasa, khususnya sub-etnis Tombulu, sarat akan makna dan relevan hingga kini, menjadi landasan kuat bagi kehidupan masyarakat Tomohon masa kini.

Dalam bahasa Tombulu, “Siga” memiliki beberapa makna yang mendalam, antara lain mahir/pandai, perkasa/berani, serta energik/bersemangat/visioner. Sejarawan Kota Tomohon Judie Turambi mengutip dari berbagai referensi menjelaskan praktisi bahasa Tombulu, Boy Wehantow, menyebut “Sumiga” adalah berupaya atau upaya, sementara dalam Glosari Bahasa Tombulu yang disusun oleh Willy A. Pangemanan, “Sumigasiga” diartikan sebagai berlakulah kuat dan rajin.

“Babe Palar, seorang diplomat yang sangat dihormati, memiliki konsistensi dalam memegang filosofi “Sumiga Siga/Sumigasiga.” Kepercayaan dan kesetiaan pada filosofi tersebut membawa Babe Palar mencatat sejarah gemilang dalam diplomasi internasional,” ujar Turambi.

 Dirinya menambahkan pada masa Sidang Umum PBB, Palar berhasil menghentikan bentuk kolonialisme dan imperialisme di Indonesia, yang kemudian mengakui kemerdekaan Indonesia baik secara de jure maupun de facto pada 28 September 1950.

“Prestasinya tak hanya diakui dalam negeri, melainkan juga membawanya menjadi Duta Besar pertama Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” lanjutnya.

Tahun 1971, Babe Palar pulang ke kampung halamannya, Matani Tomohon.

“Dalam pertemuan dengan keluarga dan kerabatnya, Babe Palar tetap memancangkan nilai filosofi “Sumiga Siga” dengan berucap “Sumiga Siga Tole” setiap berjabat tangan dengan saudara-saudaranya yang masih muda. Filosofi ini memberikan energi positif yang kuat dan membentuk dirinya menjadi seorang diplomat yang humble dan berintelektualitas tinggi,” jelas penulis yang juga telah mengantarkan Babe Palar didaulat sebagai pahlawan Nasional ini.

Prestasi Babe Palar dalam diplomasi internasional mencerminkan keberhasilannya menjalankan amanah leluhurnya dan melestarikan filosofi “Sumiga Siga.”

Namanya tetap bersinar dalam sejarah diplomasi hingga saat ini, dan Babe Palar adalah sosok yang sangat memahami ideologi kebangsaan Indonesia. Dedikasi dan komitmen Babe Palar terhadap filosofi leluhurnya “Sumiga Siga” terus menginspirasi generasi Minahasa dan Generasi Z di Tomohon serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Filosofi yang sarat makna ini menjadi landasan kuat dalam kehidupan orang Tomohon masa kini, meneruskan jejak Babe Palar untuk selalu berupaya, berkarya, dan membawa Indonesia menjadi lebih baik di panggung dunia,” tukasnya.

Latest from Same Tags