KANALMETRO, MANADO – Bermodalkan tiga kali kemenangan membuat Persmin Minahasa berada dipucak klasemen yang diikuti Puma FC sebagai runner-up atau peringkat kedua dalam grup A Liga 4 Piala Gubernur Sulut tahun 2026.
Kemenangan terkahir diperoleh Persmin Minahasa dalam fase grup setelah mengalahkan Puma FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga di lapangan Kodaeral Kairagi, Manado, Rabu 1 April 2026. Sebelumnya dalam laga perdana menang 8-0 atas Sulut FC. Laga selanjutnya menang 7-0 ketika melawan PS Bank Sulut sehingga meraih 9 poin.
Jika dalam dua laga sebelumnya tampil enerjik, namun kali ini tim Manguni Makasiow yang merupakan julukan Persmin Minahasa justru terlihat kurang menggigit. Penguasaan bola tetap dominan, tempo permainan masih mereka pegang, namun efektivitas disepertiga akhir lapangan tak setajam biasanya.
Nama Adrian Akhyadi yang selalu jadi momok peertahanan lawan lewat gol cepat di dua pertandingan awal, kali ini tak menemukan ritmenya. Striker andalan itu tampak kesulitan menembus disiplin lini belakang Puma FC yang bermain rapat dan sabar menunggu momen serangan balik.
Alih-alih Persmin yang tampil nyaman, justru tim lawan sempat mengancam. Berawal dari salah koordinasi lini belakang, striker anyar Puma FC, Gerald Mangantar berhasil mencuri ruang dan berhadapan langsung dengan kiper.
Namun dalam situasi satu lawan satu, penyelamatan gemilang dari Karlos Nyike menjadi momen penting yang menjaga gawang Persmin tetap aman. Penyelamatan itu bukan hanya mengamankan skor, tapi juga menjaga momentum tim tetap belum kebobolan.
Persmin Minahasa baru benar-benar menemukan celah pada menit ke-14. Kesalahan antisipasi dari penjaga gawang Puma FC berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh winger lincah Michael Saureh. Lewat sontekan sederhana namun efektif, Saureh mencetak gol perdananya di ajang Liga 4 Piala Gubernur Sulut 2026 sekaligus membawa Persmin unggul 1-0.
Puma FC tetap bermain bertahan disiplin dan sesekali menyerang cepat ketika ruang terbuka. Bahkan tak lama setelah tertinggal, mereka kembali mendapat peluang emas. Umpan dari sisi kanan membuat penyerang mereka berada dalam posisi sangat ideal di depan gawang. Namun penyelesaian akhirnya justru mengarah tepat ke kiper, sehingga Karlos Nyike dengan mudah menjinakkan bola membuat Persmin Minahasa selamat untuk kedua kalinya.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum dalam laga yang berjalan ketat dan tidak banyak memberi ruang bagi kedua tim untuk benar-benar lepas.
Memasuki babak kedua, Persmin Minahasa mulai berpikir lebih jauh. Bukan hanya soal kemenangan dalam laga ini, tetapi juga tentang kebugaran tim menjelang fase enam besar.
Pelatih Marthen Tao melakukan sejumlah rotasi dengan memasukkan tiga pemain muda yakni Devano Rindengan, Rafael Metusala dan Jhon Way. Serta dua pemain senior yakni Melchior Majefat dan M Udin. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan tim.
Penyesuaian juga terlihat di sektor belakang. Alfian Hawe Larenaung Larenaung yang sebelumnya pada posisi sisi kanan pertahanan digeser ke kiri setelah Fajar Rauf ditarik keluar. Sementara di jantung permainan, Vano Sumala harus bekerja ekstra keras setelah kehilangan tandem utamanya, Juan Fonataba yang absen akibat kartu merah pada laga sebelumnya.
Sedangkan Puma FC tetap menunjukkan permainan yang rapi. Dipimpin kapten tim Irwanto Haling, mereka mampu menjaga shape dan memutus banyak alur serangan Persmin Minahasa. Bahkan di bawah sorotan langsung Bupati Sangihe, Michael Thungari, mereka tampil solid dan tidak membiarkan lawannya mengembangkan permainan dengan leluasa.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-0 tak berubah. Meski tidak tampil spektakuler, tetapi cukup efektif bagi Persmin Minahasa untuk mengamankan tiga poin dan memastikan sebagai juara grup A.
Pelatih Persmin Minahasa, Marthen Tao mengakui laga kali ini memang tidak berjalan dengan tempo seperti biasanya. Salah satu faktor yang disorot adalah kondisi lapangan.
“Kedua tim memang sudah memastikan diri lolos ke babak berikutnya, bermain hati-hati, tidak dengan tempo yang tinggi. Syukur puji Tuhan bisa kembali tiga poin dan tidak ada yang cedera, apalagi jadwal pertandingan terlalu dekat sehingga penting juga menjaga kebugaran pemain,” jelas Marthen Tao.
Dia juga menegaskan bahwa hasil di fase grup tetap akan menjadi bahan evaluasi sebelum masuk ke babak yang lebih berat. Karena nantinya lawan-lawan di babak berikutnya akan lebih berat. Sehingga perlu mempersiapkan tim lebih baik lagi.
Richo Roring selaku Manager Persmin Minahasa mengaku bersyukur karena timnya sebagai juara grup, dan hal itu membuat target besar mereka belum berubah. Meski ada pemain yang kelelahan karena baru sehari sebelumnya bermain dan sekarang harus tanding lagi. Sehingga sempat ada rotasi beberapa pemain.
“Tentunya akan terus lebih mempersiapkan tim menghadapi babak berikutnya karena target kami yaitu lolos Nasional,” tegas Richo Roring.
Sementara itu Manajer Puma FC, Stenly Mocodompis mengakui bahwa persoalan utama timnya masih ada pada penyelesaian akhir, meski secara permainan mereka tampil cukup kompetitif. Sehingga kedepan pastinya akan ada rotasi pemain. Apalagi ada satu pemain kami yang harus kembali ke Sangihe karena cedera.
Reporter: Wailan Montong

